Wednesday, November 3, 2010

Dedaun Itu

Dedaun itu,
Menari-nari mengikut rentak alunan bayu.
Sesegar di dini hari,
Meliuk lentuk tanpa sebarang sangsi,
Melambai-lambai menjenguk aktiviti manusiwi.

Dedaun Itu,
Mengingatkan aku akan akar lingkar dan kusutnya,
Umpama umat manusia yg hidup dalam kekusutan,
Manusia hilang perahu hidupnya,
Bagai biduk dilanda badai,
Terdampar dan tersadai di tebing kontang.

Dedaun itu,
Mengingatkan aku akan perjalanan hidupku,
Mengingatkan aku tentang masa silamku,
Mengingatkan aku tentang masa depanku,
Masih kelam dan berkabut,
Entah di manakah perhentiannya ?
Bakal gugur menyembah bumi,
Resah gelisah aku.

Dedaun itu,
Kering setelah bugarnya,
Tandus setelah segarnya,
Kontang setelah tempohnya,
Layu setelah kembangnya,
Bak manusia di duniawi,
Terbang kembali kepada penciptaNya,

Dedaun itu,
Cerminan kehidupan aku,
Cermin sompek retak seribu,
Cerminan pohon usia manusia,
Pada akhir bongkok manusia,
Roh tercabut dan melayang,
Ke alam fana,
Mati dan hidup semula,
Abadi.

wiesukhihotu10 !